RSS

Banjir

tak kukira akan begini
nasib mereka itu
hanyut terbawa kehancuran
hancur hati mereka

hujan rintik menjadi bencana
tak disangka dapat begitu
kegundulan suatu lahan
air mengalir deras

tak mereka sadari
kegiatan kecil menjadi bencana
air yang kecil dapat menjadi bencana
terkutuklah mereka itu

ketika kita tanya mereka
hanya bisu yang mereka jawab
tak ada pertanggung jawaban
apa hal itu bisa kita terima
sekarang semua telah terlambat
air telah mengahanyutkan mereka sendiri
terbawa oleh perbuatan sendiri
geram rasa hatiku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepasang Alas Kaki

Sedari kecil aku tak pernah memusingkan apa yang kupakai untuk berpijak.
Baru sekarang ini saja aku baru berpikir.
Apa sepasang yang terpasang di kedua kakiku ini 
pernah memusingkan tentang mereka sendiri -- tentangku juga ?
Mulai dari ragam warna, bentuk, ukuran, dan harga pernah mungkin ku coba.
Kali ini aku sangat suka, sepasang sepatu lama pemberian dari yang empunya.
Warnanya sudah tak hitam, solnya sudah hampir habis terkikis, jahitannya pun penuh lubang,
kutahu ia berasal dari negeri asing -- Singapore tepatnya.
Kadang aku suka mendengarkan mereka saling berbicara: yang kiri kepada yang kanan,
kadang yang kanan berbicara pada yang kiri. 
Nada berbicara mereka mirip denganku, lebih sering bergumam terdengar.
Kalau sudah berjalan suara mereka lebih saru terdengar.
Aku pernah ingat apa kata yang kiri kepada yang kanan. 
Katanya ia senang -- karena lebih sering dahulu kukenakan.
Sepatuku yang kiri kuperhatikan lebih suka diam daripada meladeni ceracau si kanan.
Aku tahu ia pasti lelah -- sudah terlalu banyak melangkah.
Mereka sepasang sepatu lama yang di buang empunya -- di tinggalnya luka di mana-mana.
Kalian sepasang yang terpisah, lain perangainya satu sama lain.
Sama membawa luka -- mungkin bertambah di tiap pijak nantinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menunggu Fajar yang Menghilang




menunggu Fajar yang menghilang
 

Matahari perlahan mulai tenggelam
Aku sadar malam akan mengajak sepi untuk ikut menengelamkan senyumku.
Hari ini telah terlewati.
Hari dimana pada pagi hari aku selalu mencoba mengawali keramahan dan kepedulian untuk dia.
Seperti biasa aku menjalankan rutinitas normal hari ini
Lalu sekarang aku membaringkan tubuh lelah ini berharap untuk segera bisa tertidur.
Sampai hari baru itu akan datang tuk membangunkanku. Bersama matahari baru juga harapan baru.
Saat aku berbaring dimana seisi dunia ini telah menidurkan lelahnya.
Aku terpikirkan tentang dia.
Terkadang aku tersenyum membayangkannya, kadang pula senyum itu berubah jd sebuah tawa kecil, tawa kecil itu berubah menjadi tawa terbahak-bahak.
Aku bergumam pada diriku sendri "ini sudah gila".

Sering pikiran itu membuatku sulit bernapas. Perasaan seperti sedang mencekik leherku.
Perasaan itu seperti mengiyakan air mataku mengalir keluar menjadi tangisan.
Sekali aku mencoba untuk menahan dan melawan perasaan itu, maka sekali itu juga aku kalah.
Entah bagaimana meskipun kedua hal itu (happy & sad) selalu aku lewati tapi tanpa sadar aku sudah menemukan raga ini tertidur dan mimpi-mimpi mulai menemani dan mengantarku sampai hari yang baru datang.

Ketika aku terbangun bersama perasaan dan emosi tadi malam.
Aku menyemangati pagiku dan segera tersenyum
Kemudian aku melihat keluar jendela, walaupun aku tahu kala itu fajar masih berupa hitamnya.
Keyakinan bahwa harapan akan terangnya tak lama lagi muncul seperti kuatnya keyakinanku akan kesempatan dan harapan lain untuk bisa kembali menemukan dia. (suatu saat dan tak kan kupaksakan)

Kemarin, hari ini, besok aku akan tetap mengucapkan "Thanks God".
Terimakasih untuk matahari-Mu yang selalu mengawali hariku, terimakasih karena telah menguatkan aku
Yang terpenting terimakasih untuk masih membuatku menunggu fajar berikutnya.
Karena sampai kapanpun aku akan tetap menunggunya.
Tak peduli berapa lama, aku ingin tetap melihatnya, melihat matahari pagi seperti matanya yang terus meyakinkanku akan harapan itu.
Kau tetap fajarku, kau tetap matahari terbitku dan akan terus menjadi hari baruku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DALAM DIAM… AKU MENCINTAIMU



DALAM DIAM… AKU MENCINTAIMU

Tanpa ku sadari, engkau hadir dalam hatiku…
Tak banyak yang ingin ku ungkapkan… Hanya itu.
Mungkin ini salah, karena terlalu cepat ku mencintaimu, sementara aku tak mengenalmu…
Ku hanya ingin memberimu cinta namun tak ada wadah yang kau berikan…
Engkau diam, aku pun diam… Tak ada isyarat yang meyakinkan ku…
Dan kini aku lemah dalam jebakan cintamu. Aku takut ketika ku sendiri.
Namun ketakutan ku semakin menjadi-jadi ketika engkau hadir di hatiku…. Karna kini aku meragu…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Maaf



Maaf…

Maaf…
Jika perlahan-lahan rasa ini ku kubur… Terkubur bersama waktu yg trus brlalu…
 Detik demi detik ku lalu, hanya untuk menunggumu…
Meyakinkan ku, bahwa ada cinta yang indah di masa nanti…
Masa di mana dirimu halal untukku… Dan diriku halal untuk mu…
 
Maaf…
Jika kini yang tersimpan hanya sesal…Membiarkan semua berlalu di hadapanku…
Sedang hatiku diam-diam mencintaimu…
 
Maaf…
Kini kubiarkn hati ini menangis… Melepaskan namamu di tiap dinding-dinding hatiku…

Maaf…
Jika kini ku menyerah pada keadaan… Meski hati ini tak pernah rela…

Maaf…
Biarkan kata terindah ini ku ucapkan…
Maaf…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LAFAZ CINTA






LAFAZ CINTA

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… 
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… 
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… 
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

***
Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah,
kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah…
kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan
duka perpisahan. 


~Kahlil Gibran~ 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS