Pemuda hari ini adalah pemimpin di hari esok…
Oke, mari kita alihkan dan hubungkan sejenak peran
pemuda dan mahasiswa. Dan tentu kita sama-sama sepakat bahwa mahasiswa adalah
pemuda! Pemuda yang intelek lebih tepatnya. Mahasiswa hari ini, boleh jadi akan
menjadi pemimpin di masa depan. Dan pemimpin kita hari ini, kebanyakan adalah
orang orang yang memiliki basic sebagai aktivis kampus di masa lalunya. Jadi,
mahasiswa adalah kader-kader pemimpin bangsa di masa yang akan datang.
Mahasiswa dengan segala dinamika dan keintelek-annya adalah stock pemimpin
untuk masa depan.
Sebagai seorang mahasiswa, menjadi aktivis adalah
sebuah panggilan moral. Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social
control sebenarnya adalah penyambung lidah rakyat. Konsekuensinya, tugas
mahasiswa tidak hanya belajar dan sibuk dengan tugas-tugas, melainkan juga
membumi ke masyarakat. Hal ini sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyiratkan aspek pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dari konsep ini dapat terlihat
jelas bahwa ruang lingkup mahasiswa adalah studi dan masyarakat.
Mahasiswa dibenturkan kepada dua pilihan yaitu
menjadi mahasiswa berorganisasi atau menjadi mahasiswa yang hanya mengejar
nilai di kelas untuk prestasinya, hal tersebut bisa membingungkan untuk semua
mahasiswa, pribadi seorang mahasiswa bisa terbentuk ketika dia terjun di
organisasi dalam kampus ataupun organisasi luar kampus, dikarenakan seorang
mahasiswa bisa membentuk karakter dari pergaulan dengan orang-orang yang berada
di organisasi, dan dalam organisasi mahasiswa diajarkan dalam beberapa hal
yaitu, belajar untuk mengatur hidupnya, di mana pikiran akan terbagi-bagi,
anatara berorganisasi dan tujuan utama dari rumah yaitu mengejar prestasi
akademis
Ada beberapa aktivis yang berpenampilan urakan,
jarang kuliah dan lama lulus adalah sebuah pilihan pribadi dan bukan sebagai
konsekuensi logis menjadi seorang aktivis. Dalam hal ini perlu kita jeli
membedakan hakikat sebagai seorang aktivis dengan cara seorang individu memilih
cara berperilaku.
Ketika di organisasi mahasiswa akan terlatih untuk
mengatur waktunya antara kuliah dan berorganisasi, disamping itu di organisasi
kita banyak mengalami pengalaman yang sangat bermanfaat untuk menjalani hidup
ini. Banyak orang-orang mengatakan bahwa mahasiswa yang terjun di organisasi
hanaya mengejar popularitas saja di kampus, yaitu bisa dikenal oleh dosen dan
mahasiswa terutama adik tingkat, namun hal tersebut tidak bisa dipungkiri oleh
sebagian besar aktivis kampus, namun hal tersebut harus menjadi batu loncatan
mahasiswa yang berorganisasi untuk lebih bersemanagat berorganisasi, hal tersebut
merupakan sebagian kecil dari manfaat berorganisasi manfaat lainnya sangat
banyak ketika seorang mahasiswa berorganisasi.
Seseorang
yang matang dikelas belum tentu dia bisa matang hidup sosialnya,
HIDUP MAHASISWA!!!







0 komentar:
Post a Comment