Bahagia itu sederhana.
Kita harus bersyukur atas setiap kebahagiaan yang kita rasakan meski hanya dalam
bentuk paling sederhana. Kamu dekat tapi terasa jauh, aku dekat tapi merasa
jauh. Sahabat, aku mengenalmu bukan kemarin atau setahun yang lalu, aku mengenalmu
sudah amat lama. Aku bukan orang yang baru kau temui kemarin. Hampir setiap
hari kita berjumpa. Susah, senang, tangis, tawa, canda, bertengkar, apapun itu
pernah kita lalui bersama. Tapi ternyata semua itu tak cukup mendekatkan kita.
Kita sahabat, tapi terasa
jauh. Bukan karena jarak yang memisahkan kita. Sikap kitalah yang membuat
persahabatan ini dekat, tapi terasa jauh. Kau kurasa jauh, dan kau pun merasa
aku jauh. Aku sadar betul, kita punya dunia masing-masing. Aku punya teman
baru, begitupun kau. Tapi bagiku, teman baru tidak lantas membuatku melupakanmu.
Entah bagaimana denganmu? Apakah demikian?
Kadang aku merasa iri
melihat kedekatanmu dengan mereka, mereka yang sekarang lebih dekat denganmu
daripada aku. Aku berpikir ini hanya perasaanku saja, kau tidak mungkin
melupakan aku sebagai sahabatmu. Tapi akhir-akhir ini beberapa teman dan
keluargaku menanyakan tentang jarak yang ada diantara aku dan kau, sahabatku.
Dan akhirnya aku sadar, aku pun merasa semakin hari, semakin terasa aku jauh
darimu. Sekarang aku tidak tau apa yang terjadi denganmu, apa yang sedang kau
rasakan, begitupun denganmu yang tidak lagi tau apa yan terjadi denganku. Yang
aku tau, kau begitu nyaman tanpaku, kau tak merasa ada jarak diantara kita dan
tak merasa kehilangan semua tentang kita.
Terkadang, cukup dengan
melihatmu bahagia dari jauh, ataupun mendengar kabar kau sedang berbahagia,
kutemukan bahagiaku. Meskipun aku bukan bagian dari bahagiamu itu. Terkadang
lucu, wujud bahagia seperti itu, padahal kalau boleh jujur, aku ingin bahagiamu
dibagi denganku dan aku bisa menjadi bagian dari bahagiamu. Persahabatan kita
terasa jauh walaupun kita ditempat yang dekat, jangankan dekat secara langsung,
dari perantara mediapun kita semakin jauh.
Terima kasih telah
menganggapku sahabatmu, maafkan aku jika mungkin akulah yang sebenarnya salah.
Akulah yang menyebabkan persahabatan ini terasa jauh. Bukan juga niatku hal ini
terjadi. Aku rindu bercerita semua yang kita rasakan, aku rindu tingkah konyol
kita, aku rindu mengusap air matamu dan aku rindu semua tentang kita.
Aku tak tau isi hati
seseorang yang sesungguhnya, aku tak banyak tau cara menyentuh hati seseorang,
yang aku tau aku selalu berusaha memberikan yang terbaik dan melakukan yang
terbaik untuk orang disekitarku, termasuk kau sahabatku. Aku ingin persahabatan
kita tidak seperti LDR, aku ingin kita seperti dulu. Semoga dengan membaca
tulisan ini, kau menyadari tentang apa yang terjadi dipersahabatan kita saat
ini dan kau tau bahwa aku merasa kehilangan sahabat.






0 komentar:
Post a Comment