Setiap pagi,
Aku berharap mentari akan selalu hadir
Setiap siang,
Aku berharap terik matahari akan selalu ada
Setiap sore,
Aku berharap angin akan selalu berhembus
Setiap malan,
Aku berharap rembulan akan menghiasi malam
Sama
halnya dengan harapanku pada seseorang dengan
tak mengenal waktu
tak mengenal waktu
Diam –
diam aku mencintai sosok yang luar biasa
Menyimpan
rindu yang tak tersampaikan
Namanya
tak pernah tertinggal di setiap percakapanku
pada Allah
pada Allah
Diam – diam menerka perasaannya
Seseorang itu tidak jelas, abu – abu
Seseorang yang tak pernah tahu ada wanita yang setia
menunggunya
Seseorang yang tak pernah tahu ada wanita yang diam – diam mencintainya
Seseorang yang tak pernah tahu rasanya memendam perasaan dan
berharap
Bagaimana
mungkin Dia tahu?
Karena
memang tidak ingin tahu
Bagaiamana
mungkin Dia peduli?
Karena
memang tidak ingin peduli
Pagi, Siang, Sore, Malam
Selalu penuh dengan harapan
Harapan agar seseorang itu selalu ada untukku
Untuk aku yang diam – diam mencintainya
Tak kenal pagi, siang, sore, maupun malam
Embun pagi,
Katakan padanya, ada wanita yang menunggunya
Mentari siang,
Beritahu
dirinya, ada wanita yang menitipkan harapan padanya
Angin sore,
Sampaikan salam rinduku padanya
Kunang – kunang
malam,
Bisikan
padanya, ada wanita yang diam – diam mencintainya
Wanita itu
adalah aku






4 komentar:
Kunang-kunangnya diGaji berapa tuh disuruh membisikkannya,? :)
mau dong jadi kunang-kunangnya. ckckck
wkakakakak gak digaji :p kerja ikhlas..
kalo kamu yang jadi kunang-kunangnya trus siapa dong yang dibisikinnya? :p huahahahaha
mirip :) bagus deh kayak lagi baca sinopsis novel :D
hehe makasih ya :)
Post a Comment