JAJANAN = JUDI
Sepanjang
jalan, setiap hari kita melihat banyak pedagang kaki lima dan pedagang
keliling. Bahkan tak jarang ada beberapa penjual jajanan yang melewati depan
rumah kita. Beraneka jenis jajanan yang ditawarkan, bocah mana yang tidak tergiur
dengan jajanan???
Pada suatu hari, Sabrina sedang
bersantai di teras rumahnya. Kerumunan anak-anak kecil terlihat persis
disamping rumah Sabrina, didalamnya termasuk adik Sabrina. Anak-anak tersebut
sedang asyik bermain petak umpat. Sabrina mengamati adiknya yang berada
dikerumunan itu, Ia khawatir adiknya main terlalu jauh.
Ketika mereka sudah selesai bermain
petak umpat, mereka kelelahan dan beristirahat. Beberapa saat kemudian, ada
seorang pemuda memikul box sambil berteriak “Agar..
Agar..”. Si abang agar itu berhenti tepat di kerumunan anak-anak yang
sedang beristirahat. Ia menawarkan jajanannya. Semua langsung mengerubungi
abang agar tersebut, hingga tidak terlihat abangnya.
Adik Sabrina lari pulang untuk
meminta uang. Sabrina mengeluarkan uang dua ribu rupiah untuk adiknya. Beberapa
saat kemudian adiknya kembali pulang. Bukan mau istirahat, tapi ia meminta uang
lagi. “Loh tadi kan sudah aku kasih uang. Mana jajanannya?” Tanya Sabrina pada
adiknya. “Aku nggak dapat agarnya mbak. Soalnya aku nggak berhasil dapatin
gambar kelinci.” Jawab sang adik. Sabrina tidak mengerti maksud adiknya apa,
namun ia tidak minta diperjelas. Sabrina langsung mengamati dengan teliti abang
agar itu. Bagaimana ia menjual jajanannya tersebut?
Ternyata, abang agar itu mempunyai
suatu trik. Pembeli membayar seribu rupiah, namun tidak langsung mendapatkan
agar-agar. Pembeli harus memilih satu dari breberapa kartu yang ada didalam
kotak. Kartu tersebut bergambarkan binatang-binatang. Lalu persyaratan
selanjutnya, pembeli harus berhasil menarik kartu dalam kotak yang bergambar
kelinci. Jika berhasil barulah si pembeli mendapatkan satu agar-agar. Tapi jika
kartu yang terambil bukan kelinci, maka pembeli tidak mendapatkan agar-agar.
Melyanglah itu uang seribu rupiah. Namanya juga anak-anak kecil, mereka belum
mengeri yang namanya kelicikan
Hal yang dilakukan abang agar
tersebut merupakan salah satu mengajarkan JUDI kepada anak-anak kecil. Sangat
disayangkan jika anak-anak kecil membeli jajanan seperti itu. Judi itu haram.
Jadi sebisa mungkin jangan dibiarkan jajan sembarangan. Sejak kejadian itulah
Sabrina memperhatikan jajanan adiknya dan melarang adiknya untuk membeli
jajanan abang agar-agar tersebut.






0 komentar:
Post a Comment