"Sang Pemimpin"
Salah satu syarat adanya sebuah
organisasi yaitu adanya seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa mengayomi
anggotanya, menjadi suri tauladan, bertanggungjawab, tidak mengutamakan ego,
adil, memotivasi, dll. Ya, menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Ketika aku
tak lagi memikirkan diriku sendiri. Ketika aku harus mengalahkan ego-ku untuk
tak peduli. Ketika aku dihadapkan oleh pilihan yang berat. Ketika aku
mengalahkan waktu tidurku hanya untuk mengerjakan tugasku. Ketika kepercayaan
telah ku emban. Ketika pundakku harus memikul beban yang lebih berat dari yang
lain. Tapi sungguh aku bersyukur.. karena masih banyak orang yang bebannya
lebih berat dariku.
Aku
tahu kau TANGGUH. Aku tahu kau KUAT. Dan
Aku yakin kau MAMPU. Airmata itu bukan bukti kalau aku lemah..itu hanya sebuah
PROSES. Aku akui ataupun tidak, mereka melihatnya. Mereka melihat mata ini
mulai memerah dan berkaca. Tatapan sok tegar sambil menahan sesuatu di mata
ini. Sungguh tak masuk akal jika aku pikir mereka tak tahu.. Mungkin aku malu,
aku rasa wajar. Tapi setahu ku tak ada larangan seorang pemimpin menangis.
Suatu
saat aku akan sangat menghargai proses itu. Mereka jujur, mereka bahagia
melihat airmata yang terus aku coba tahan meskipun pada akhirnya bendunganku
tak mampu menahan seutuhnya. Tapi
setidaknya mereka melihat sosok yang sedang berusaha untuk mengerti..
Sosok yang sedang berusaha untuk belajar.. Sosok yang sedang mencoba memahami..
Hingga salah satu seniorku ada yang berkata padaku “ingin rasanya aku beritahu
mereka semua tentang perasaanmu sang Ketua”.
“Hei..semua, lihatlah..!pemimpin kalian menangis.. dan mungkin
bahkan pasti ada kalian dalam tetes airmatanya.. lihatlah dia adikku yang tegar
menahan tangisnya di depanku..”
Dan mereka mungkin tahu ketika itu tanpa mereka sadari akulah yang menyembunyikan air mataku dalam canda. Menahannya lewat kata. Aku tak tahu apakah semua kata itu berguna untuk mereka. Karena akupun sedang belajar.
Dan mereka mungkin tahu ketika itu tanpa mereka sadari akulah yang menyembunyikan air mataku dalam canda. Menahannya lewat kata. Aku tak tahu apakah semua kata itu berguna untuk mereka. Karena akupun sedang belajar.
Belajar
untuk bijaksana..
Belajar untuk menenangkan..
Belajar untuk berpikir dewasa..
Belajar untuk menenangkan..
Belajar untuk berpikir dewasa..
Belajar
untuk bertanggungjawab..
Dan Belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin..
Dan Belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin..
yang coba aku yakinkan aku bukanlah yang terKORBAN tapi yang TERPILIH..
Akan aku buktikan pada mereka. Akan aku
buktikan pada semua.
Kalau aku mampu. Mampu sebagai seorang pemimpin. :)
Kalau aku mampu. Mampu sebagai seorang pemimpin. :)






0 komentar:
Post a Comment