RSS

Orang Tua v.s Anak



Orang Tua v.s Anak

Hai sobat blogers.. bagaimana kabarnya? bagaimana kabar orangtua? semoga sehat selalu ya ^^
            Oh ya, pernah nggak sih berbeda pamikiran dengan orangtua? saya yakin kalian pasti pernah mengalaminya, demikian pula saya. Dan kita sama-sama tahu bahwa orangtua ingin anaknya lebih baik dari dirinya, orangtua ingin sang anak mencapai cita-citanya. Tapi kadang orangtua tidak sadar bahwa dirinya egois. Ya, saya mengerti mengapa orangtua kerap kali melarang kita begini begitu, meminta kita seperti ini seperti itu, intinya menuruti perintahnya (patuh). Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Beberapa orang bilang, keinginan orangtua itu pasti yang terbaik untuk anaknya, tapi menurut saya, tidak selalu keinginan orangtua itu merupakan yang terbaik untuk anaknya.

            Contohnya, seputar pendidikan. Ketika anak masih kecil, mereka bertanya “cita-cita kamu mau jadi apa nak?” lalu si anak menjawab “mau jadi guru”. Pasti orangtua senang mendengarnya. Kemudian ketika si anak tumbuh menjadi pra-dewasa, hendak lulus SMP, orangtua bertanya lagi “kamu mau lanjut ke SMA atau SMK nak?” anak menjawab “aku mau lanjut SMK aja”. Respon mereka mulai berbeda dengan respon ketika kita masih kecil. “Mama/Papa nggak setuju kalau kamu lanjut ke SMK. Mama/Papa maunya kamu lanjut ke SMA terus dapet jurusan IPA”. tuh liaaatt!! mereka mulai egois. Mungkin tujuan mereka baik, tapi mereka lupa bahwa anak lah yang menjalani dan merasakannya. Terjadilah konflik diantara anak dan orangtua.

            Kemudian ketika si anak hendak lulus SMK. “kamu mau kerja atau kuliah nak?” anak menjawab “aku mau kuliah”. apa respon mereka??? “mending kamu langsung kerja aja dulu, kuliahnya nanti aja nak.” tuuuhh kan beda pendapat lagi -__-“ . Si anak berfikir untuk kedepannya. Tapi orangtua berpikir hanya untuk sekarang dan masa lalu. Mereka berpikir bahwa langsung kerja saja bisa. Ya memang bisa. Tapi akan berjalan ditempat, tidak ada progress. Sedangkan si anak ingin dirinya semakin berkembang. Anak sadar betul bahwa kuliah itu perlu. Si anak sangat bersemangat untuk mendapatkan PTN favorit, tentunya dengan tidak membebankan orangtua. Ia berusaha keras untuk belajar, ya belajar pelajaran anak SMA tentunya. Tapi semangat itu diruntuhkan oleh tidak adanya support dari orangtua.

            Orangtua memang egois menganggap anak tidak punya pengalaman hidup. Itu yang pernah saya sendiri rasakan dan sikap itu tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik antar anak dan orangtua. Tetapi dengan sikap anak yang tetap menghormati pendapat orangtua, meski anak bersikukuh pada pendiriannya dan akhirnya mampu membuat orangtua menyadari bahwa masa depan anak adalah milik anak dan tidak harus sama dengan masa lalu orangtua. Pengalaman masa lalu orangtua bukan untuk menentukan jalan hidup anak-anak di masa depannya. Karena hidup ini terus berjalan ke depan bukan mundur. Orangtua harus mau menyadari bahwa kehidupan anak di masa depan tidak akan sama dengan pengalaman hidup di masa lalunya. 

            Kebanyakan orangtua bersikap egois karena merasa banyak pengalaman hidup. Tapi mereka tidak merasa bahwa kehidupan terus maju kedepan. Setiap orangtua harus mau menghargai keputusan yang diambil anak-anaknya. Karena orangtua pun tak berhak menentukan jalan hidup anaknya. Sekali lagi bahwa yang menjalani adalah si anak, bukan orangtuanya. Seharusnya orangtua mau menghargai pemikiran-pemikiran anaknya dan mendukung anak sebagai agen perubahan.

            Tapi tidak ada salahnya juga dengerin pendapat orangtua karena kita juga di didik oleh  mereka. Memang sih orangtua zaman dulu pikirannya cenderung 'kolot'. Diskusikan dengan orang tua tentang perbedaan pendapat tersebut dengan hati-hati dan pelan-pelan. Orang tua biasanya ingin didengar pendapatnya, jadi kalaupun kita tidak setuju jangan menyatakannya secara frontal, bersikaplah diplomatis supaya orang tua kita tetap merasa 'dituakan'. Bisa jadi ada bagian dari pendapat orangtua yang tetap bisa kita ambil dan baik untuk diikuti. Jangan lupa juga, meskipun jaman sudah semakin maju dan canggih, tetap ada nilai-nilai yang tidak boleh berubah, misalnya kejujuran. Lihat sisi baiknya, kalau orangtua masih mau kasih pendapat itu artinya mereka sayang dan peduli sama kita.  Tetap ingat bahwa kita yang menjalani ini semua, kita yang tahu mau dibawa kemana masa depan kita, orangtua harus selalu mendukung si anak, memberi semangat dan sama-sama berjuang dengan sang anak. Jangan mematahkan impian sang anak! Jangan menyurutkan semangat sang anak! Janganlah egois! :) Kita punya impian, dan orangtua juga punya impian, yaitu  bermimpi agar sang anak mencapai impiannya.

Dari anak keras kepala yang 
sedang  berusaha, berjuang,
 untuk mencapai impiannya~^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar:

Unknown said...

Sama terkadang orang tua gua juga gitu :'))

amanah-ais.blogspot.com said...

:)

Unknown said...

Iya terkadang perkataan orang itu mengendurkan semangat anaknya

Post a Comment