RSS

JANGAN SIA-SIAKAN KEHADIRANNYA

JANGAN SIA-SIAKAN KEHADIRANNYA

  • Pagi hari, Ibu membangunkan kita untuk sholat subuh dan bersiap-siap kesekolah, tapi tak sedikit dari kita yang tidak menggubrisnya, bahkan berkata “Ah Ibu mengganggu saja, aku kan masih mengantuk.” Lalu apakah Ibu marah? Tidak. Ibu tetap membangunkan kita.
  • Setelah bangun tidur, tak sedikit dari kita yang tidak merapikan tepat tidur. Dengan lembut tapi tegas Ibu menyuruh kita untuk merapikan tempat tidur terlebih dahulu. Apakah kita ikhlas mengerjakannya? Ya, mungkin sebagian dari kita ada yang ikhlas dan sebagian pula nada yang dengan keterpaksaan.
  • Ketika makan, Ibu sering kali menasehati kita “Nak, kalau sedang makan tidak boleh sambil bicara. Nak, kalau sedang makan tidak boleh kecap. Nak, kalau sedang makan, piring dan sendok tidak boleh bersuara. Nak, kalau sedang makan .. blablabla…”. Tapi beberapa dari kita pernah berpikir “Ah Ibu banyak aturan”.
  • Ketika hendak berangkat kesekolah, Ibu selalu berpesan “Nak, belajar yang sungguh-sungguh ya! Jangan jajan sembarangan! Karena makanan diluar sana banyak yang tidak menyehatkan.” Tapi apakah sudah kita patuhi? Belum. Kita jajan semau kita, karena makanan diluar sana terlihat menggiurkan, sehingga kita abaikan nasihat Ibu.
  • Ketika pulang sekolah, Ibu selalu mengingatkan kita supaya menaruh perlengkapan sekolah ditempat semula dengan rapi. Tapi tidak sedikit dari kita yang ketika pulang sekolah main lempar sepatu, tas, baju diletakan berserakan, lalu bergegas main. Lalu Ibu dengan sabar membereskan semua itu.
  • Sore hari, Ibu menyuruh kita untuk bersih-bersih membereskan rumah seperti mengepel, menyapu, mencuci piring, menyiram tanaman, dll. Tak sedikit dari kita menggerutu dan berkata “Aku capek Bu!”.
  • Malam hari, Ibu melarang kita menonton TV dan menyuruh kita belajar. Tapi tidak sedikit dari kita yang “Ah Ibu nonton TV saja tidak boleh, masa belajar terus.”
  • Ketika hampir larut malam Ibu menyuruh kita untuk segera tidur. Tapi ada yang hanya menganggap perintahnya itu sebagai angin lalu.

Itu realita dibeberapa kalangan remaja. Tapi pernahkah kita berpikir dan merenungkan mengapa Ibu menyuruh dan melarang kita begini dan begitu???
Ya, mungkin sebagian dari kita sudah pernah, dan sebagian lagi belum pernah. Mari kita pikir dan renungkan mengapa Ibu bersikap seperti itu!

--> Ibu membangunkan kita supaya kita sholat subuh dan agar tidak terlambat kesekolah. Bukan karena ingin mengganggu tidur kita.

--> Ibu menyuruh kita merapikan tempat tidur supaya kita belajar disiplin dan bertanggungjawab. Bukan ingin membuat kita lelah.

--> Ketika makan Ibu selalu melarang ini dan itu supaya kita disiplin dan tahu adab ketika sedang makan. Bukannya ingin memberi aturan begitu saja.

--> Ketika kita hendak bersekolah Ibu selalu berpesan ini itu karena Ibu tidak mau anaknya sakit. Tapi jika sudah terlanjur sakit akibat ulah kita sendiri, apakah Ibu marah sekali? Tidak. Justru Ibu yang merawat dan menjaga kita hingga kita sembuh.

--> Ketika pulang sekolah Ibu menyuruh kita menaruh segala perlengkapan ke tempatnya semula, itu karena Ibu ingin mendidik kita supaya menjadi anak yang bertanggungjawab dan disiplin.

--> Ibu menyuruh kita bersih-bersih rumah ketika sore hari supaya kita terbiasa bekerja dan melakukan hal-hal itu. Ketika kita berkata “Aku capek Bu”, kalau Ibu ingin diperhitungkan, lenih capek mana melahirkan hingga mengurus kita hingga seperti sekarang ini? Sayangnya Ibu bukanlah tipe yang seperti itu, Ibu tidak pernah memperhitungkan apapun kepada kita.

--> Malam hari Ibu menyuruh kita untuk belajar karena Ibu ingin anaknya dapat berprestasi dan menjadi kebanggaan disekolahnya.
Ibu juga melarang kita tidur larut malam karena Ibu tahu apa bahaya tidur larut malam, dan Ibu tidak ingin kita mengantuk ketika disekolah.

            See..! pernahkah kita memikirkan itu semua? saat – saat seperti itu mungkin kita berpikir bahwa Ibu cerewet, banyak aturan, dan blablabla.. tapi coba rasakan ketika Ibu sedang tidak ada, hal-hal seperti itulah yang akan kita rindukan. Bayangkan jika Ibu sudah tiada, kita akan jadi seperti apa tanpa aturan-aturan itu? Siapa yang mendidik dan membimbing kita seperti itu?
Maka dari itu, jangan sia – siakan Ibu selagi masih ada, jangan abaikan semua perkataan dan nasihat Ibu, karena setiap kata yang ia lontarkan, setiap nasihat yang ia beri mengandung sebuah arti dan pastilah terbaik untuk kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Post a Comment