RSS

KITA ADALAH SEBUAH TITIPAN



KITA ADALAH SEBUAH TITIPAN

            Ketika alam semesta tercipta, ketika Adam dan Hawa melanggar aturan Allah, ketika itu pula mereka diturunkan ke Bumi, dan ketika itupula tercipta satu sosok yang disebut Manusia.
Manusia,
            Sosok yang tercipta dari tanah, memiliki keistimewaan yaitu diberi akal dan pikiran. Sosok yang memiliki lima panca indera, sosok yang diberi rasa, supaya dapat merasakan manis getirnya kehidupan ini. Allah menciptakan manusia di Bumi bukan untuk selamanya kekal abadi hidup. Melainkan sebelum kita tercipta di Bumi ini, ketika seorang bayi telah siap untuk dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkannya ke Bumi, Allah dan malaikat telah memberitahu bahwa Ia diciptakan ke dunia akan didampingi oleh malaikat utusan Allah. Allah telah menitipkan seorang bayi / janin kepada salah satu malaikatNYA. Terjadi sebuah percakapan antara si Bayi dengan Allah :

B : Malaikat bilang aku akan diturunkan ke Bumi. Untuk apa aku diturunkan ke Bumi, jika di Surga saja aku sudah cukup bahagia?
A : Aku telah menurunkan terlebih dahulu salah satu malaikatku untuk menyambutmu disana. Kepadanya  lah Aku titipkan kamu. Dan kamu akan merasakan bahagia yang lebih daripada disini.
B : Mengapa Kau titipkan aku kepadanya?
A : Karena malaikat itulah yang dapat Aku percaya untuk menjaga dan mendidikmu di dunia sana. Karena malaikat itu mempunyai rasa cinta yang begitu besar untuk mu.
B : Lalu setelah aku lahir di dunia, bagaimana cara aku hidup disana? Aku begitu kecil dan lemah.
A : Malaikat itulah yang akan memberitahu mu bagaimana kau hidup di dunia sana.
B : Apakah aku hanya akan mengenal satu malaikatMu itu?
A : Tidak. Malaikat itu memiliki satu pendamping.
B : Apakah aku hanya akan mengenal dua utusanMu itu?
A : Tidak. Malaikat itulah yang akan memperkenalkan mu dengan seisi dunia.
B : Lalu bagaimana nanti jika aku sedang dalam bahaya? Akankah Kau menolongku?
A : Aku telah mempercayakan Malaikat-mu itu untuk menolongmu. Bahkan dia akan menjagamu sepanjang waktu, dan kamu akan merasakan besar rasa cintanya untukmu.
B : Apa yang dapat aku lakukan jika aku ingin berbincang denganMu?
A : Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa dan menghadapKu.
B : Aku dengar kabar bahwa di Bumi ada banyak ujian dariMu yang telah menungguku? Bagaimana aku bisa melewati ujian dariMu itu?
A : Ya benar. Malaikatmu lah yang akan membimbingmu untuk melewati ujian dariku. Bahkan dia akan bersama-sama denganmu saat menghadapi ujianKu.
B : Lalu bagaimana jika nanti aku jatuh sakit? Siapa yang akan merawatku? Apakah Kau juga telah menyiapkan satu dokter untukku?
A : Aku telah menyiapkan seseorang yang lebih dari dokter. Dia adalah malaikatmu itu. Dia yang akan merawatmu ketika kamu sakit. Bahkan dia rela tidak tidur hanya untuk menjagamu.
B : Apakah malaikatku itu juga meminta pertolongan kepadaMu?
A : Ya tentu saja. Malaikatmu selalu membuat laporan untukku dan bermunajat kepadaku di sepertiga malam, tanpa sepengetahuanmu.
B : MalaikatMu disini memberitahuku bahwa di bumi ada banyak kejahatan, lantas siapa yang akan melindungiku?
A : Malaikat-mu beserta pendampingnya lah yang akan melindungi kamu dengan taruhan jiwanya sekalipun.
B : Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.
A : Tenang saja, malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku.
B : Lalu bagaimana jika aku ingin bertemu denganMu lagi?
A : Malaikatmu itu akan mengajarkanmu bagaimana cara agar kamu bisa kembali kepadaKu. Walaupun sesungguhnya Aku selalu ada bersamaMu
B : Sepertinya malaikat utusanMu itu sangat baik kepadaku. Apa yang harus aku lakukan untuk membalas semua kebaikannya?
A : Kamu hanya harus patuh kepadanya, tidak menyakiti hatinya, terus berdoa untuknya, dan jangan biarkan airmata kesedihannya itu menetes.
B : Apakah itu semua cukup untuk membalas semua kebaikannya?
A : Kasih dan pengorbanan malaikatmu itu tak terhingga sepanjang masa, tak bisa terbayarkan oleh apapun. Maka dari itu kamu harus patuh padanya.
B : Lalu kapan aku bisa kembali kepadamu?
A : Tak seorangpun dapat mengetahui kapan kamu akan kembali kepadaKu selain Aku. Sekarang aku hanya menitipkanmu kepada malaikat itu untuk menjagamu dan menjadikanmu anak yang selalu dekat dengan Aku. Jika saatnya tiba, aku akan memanggilmu untuk menemuiku. Entah Aku akan memanggil kamu atau malaikatmu itu terlebih dahulu. Maka dari itu, sayangilah dia, jangan pernah menyakiti hatinya, karena jika kamu menyakiti hatinya, itu sama saja kamu menyakiti Aku.
B : Baiklah. Ya Allah, jika aku harus pergi ke bumi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapa nama malaikat utusanMu itu? dan nama pendampinya?
A : Kamu dapat memanggil malaikatmu itu … IBU. dan kamu dapat memanggil pendampinya dengan sebutan … AYAH.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Post a Comment