Untuk Jagoanku
Selamat pagi, selamat siang, selamat sore
dan selamat malam
Apa kabar jagoan?
Semoga kamu baca ini ya!
Hari silih berganti, detik berganti menit,
menit berganti jam, bulan berganti tahun, umur kita semakin berkurang.
Kita bertemu sekali dalam setahun
Kadang
aku rindu suasana disana, aku rindu bertemu denganmu.
Jagoan, aku tahu apa yang kamu rasakan,
semua mengerti perasaanmu
Aku juga tahu kamu sangat rindu Ayah, aku
tahu kamu ingin melihat wajah ayahmu secara langsung, tak hanya di foto. Tapi
itu tinggalah angan.
Kamu sangat tegar. Mungkin jika aku atau
kami berada diposisimu tak akan setegar dirimu.
Dari
awal kamu hanya hidup berdua dengan Ibumu.
Aku tahu kamu pernah iri dengan aku dan
mereka. Tapi ketahuilah jagoan, kamu tetaplah orang yang beruntung.
Jagoan, aku tahu sore itu adalah hari yang
sangat menyakitkan untukmu.
Ketegaranmu hancur seketika, airmata yang
tak pernah kau tunjukan pada siapapun, kali itu airmatamu mengalir deras
dihadapan banyak orang.
Saat aku mendengar kabar itu, akupun
mengeluarkan airmataku. Apalagi jika aku menjadi kamu.
Sore
itu langit yang cerah menjadi gelap gulita dan menumpahkan air hujannya, seakan
ia mengerti dengan yang kau rasakan saat itu.
Sore itu, terakhir kamu melihat Ibumu,
terkahir kamu memeluk Ibumu, dan mencium Ibumu.
Tenang
saja jagoan, bukan hanya kamu yang merasakan sedih dan tangis. Semua orang pun
bersedih dan menangis.
Tapi ingatlah, “Kullu nafsin zaaiqatull maut – Tiap yang berjiwa pasti akan merasai mati”
Sore
itu, Tuhan sudah ingin bertemu dengan Ibumu, Ayahmu telah menjemput Ibumu
bersama para malaikat.
Tuhan ingin mengangkat derajatmu dengan
memberi ujian padamu. Aku akan menemanimu menghadapi ujian itu.
Sudahlah!!!
hentikan tangismu! hapus airmatamu! Ikhlaslah! Agar Ibumu tenang disana. Ibumu
telah bertemu dengan Ayahmu, dan Ibumu pasti saat ini sedang bangga bercerita
pada Ayahmu tentang jagoannya, yaitu kamu. Life
must goon! Kamu tidak sendiri , masih ada aku. Anggaplah Ayah dan Ibuku
sebagai orang tuamu. Bagiku kamu adalah seorang jagoan.
Tugasmu
sekarang adalah terus mengirim doa untuk Ayah dan Ibumu disana. Karena doa anak
yang sholeh pasti dihijabah. Tuhan menghadirkan seseorang di hidup kita karena
sebuah alasan, dan Tuhan mengambil seseorang dari hidup kita pasti karena
sebuah alasan pula.
Yakinlah, Tuhan telah menyiapkan hal
teristimewa untukmu! Ini semua yang terbaik.
Tetap semangat! Dan tersenyumlah untuk aku, untuk kami, untuk
Ayah dan Ibumu diSurga, dan tersenyumlah untuk dunia!
Aku sangat bangga memiliki kakak sepupu
sepertimu. Umurmu tiga tahun lebih muda dariku, tapi ketegaranmu lebih besar
daripada aku.
Percayalah! Ayah dan Ibumu pasti bahagia
melihatmu dari sisiNYA.






0 komentar:
Post a Comment